Selasa, 24 Februari 2015

Surabaya Heritage Track of Museum HoS

Hello everyone! I’m going to tell you about my visit to the Museum in Surabaya. Not really in the Museum, it’s about my trip by bus, bus from Museum House of Sampoerna in Surabaya. It’s a cigarette museum, and enjoy my travelling in my lovely city Surabaya ;)



I went to this museum to show my lovely friends this museum because they had never known anything about this museum and the important thing was to search for a nice spot of a nice picture haha. But unfortunately, I couldn’t enter this museum because I was just 17 to 18 years old for 5 days later at that time. We will be shown about the history of Sampoerna by this museum, maybe, because I’ve never entered this museum (for further more about this museum and what's inside you could see this: Link). My friends did. I just took for the Surabaya Heritage Track bus. This bus took me travelled around historical buildings in Surabaya. For you who likes a free charge service, it such a happy thing to travel without waste money ;D

Maybe that was my luck because I travelled this bus with a group of foreign tourists, such a nice trip and environment ;)
I chose the route schedule at 3 p.m; it's the last time of the bus to operate. I saw the bus schedule to operate in front of the museum. (I'm sorry I wasn't taking any picture of the schedule)
I’ll tell you the route of this bus below.

The first building we visited is the post office. This post office is one of the historical buildings in Surabaya. Once, this post office was a Train Station in colonial-era long time ago. I haven't known as well precisely, because I focused on my camera lol.

Inside the post office
Accidentally taking a pic of this mbak
Outside of the post office

From this post office, we took for a walk in the church. I’d never gone to the church before. But that time, I entered the church, and the guide said that this church was under construction. I had known from this that SMPN 2 Surabaya is in front of this church near the post office.

Under-construction Church


After that, we went to De Javasche Bank, a bank in the colonial era, but it’s not a bank anymore. It’s just a historic building, and that was the first money printing machine in this bank, and the guide told us about everything. From the very very secured money storage, money from times to times, and the history of this building.

Money bunker
That was a money bunker which I told you before, a very very secured money storage. With propeller protection from iron, iron bars, and yellow-coloured haha


Moneeyy


The first Indonesian money printing machine


This Javasche Bank is soo historical, you could see this history inside the building.

Inside De Javasche Bank





For a moment, I wish I could get a route with this bus to visit Hong Tiek Hian in Surabaya and entered this place because I wonder about what’s inside this Buddhist prayer place. I just need to see the route schedule in front of this museum door, haha. I’ve been here two times and have tried at least three routes of this bus but I have never entered this museum because I wasn’t 18 yet (Now I’m 18 ^^)

For the information, this museum required for 18+ years old visitors, maybe because it will show you everything about cigarettes and this founder museum. If you are haven’t 18 yet, you could enter this museum with your parents. When you came to this museum, you would felt the smell of tobacco everywhere filled the entire room...
Those who have ever entered this museum said that in this museum, we could see the workers of Sampoerna roled so many cigarettes. But now, the place of these workers not in this museum anymore, I haven't known exactly the current location.

If you are not with your parents, so many alternatives to take, you could take the bus tour -like me- go entered the gallery (the gallery is small), and the cafe. I’ve never entered this cafe because I’m afraid of the expensive cost and many foreign tourists in this cafe. Haha.
I met my friends after that bus trip in front of this museum and took so many pictures together.



That’s all my experience in this museum, I just want to share a little information about a good place in Surabaya. See you ;)





Selasa, 10 Februari 2015

Suroboyo Carnival Night Market: Art and Wax House

Wax house juga ada di Surabaya, lho. Tepatnya ada di dalam SCNM ini. Memang tidak seterkenal Museum Wax Madame Tussauds, tapi tetap menarik juga, sih, untuk dijadikan spot berfoto. Di dalamnya, bukan hanya ada patung lilin, tapi juga trick art. Okeh pertama kalinya saya masuk ke dalam SCNM dan benar-benar masuk dalam artian, beli tiket dan masuk pintu loket. Karena sebelumnya saya pernah kesini dan hanya berpuas diri dengan berfoto di depan pasar malam ini karena antre dan keterbatasan waktu. Eits, kenapa pasar malam? Menurut saya, saat pertama kali masuk di area Carnival ini, yang terlintas di benak saya adalah pasar malam yang sering ada di kampung dekat rumah saya hehe, mirip sih.


Tampilan depan SCNM (Suroboyo Carnival Night Market)

Berjalan lagi agak jauh, saya menemukan pemandangan yang bagus, mungkin saya yang berlebihan, tapi menurut saya, konsepnya hampir mirip sama taman hiburan yang ada di foto-foto orang-orang yang sedang liburan di taman hiburan di luar negeri.

Setelah melihat ada sesuatu yang menarik, teman saya yang pernah ke sini ternyata belum pernah tahu tentang ini, mungkin museum ini baru di buka. Masuk gratis. Temanya tentang Surabaya gitu. Saya tidak terlalu mengingat nama museumnya. Sayangnya, pencahayaan di museumnya membuat suasana menjadi seram. Apalagi bahan-bahan di museum ini seperti barang-barang rongsokan. Yang paling menarik dari museum ini adalah kata-kata khas Suroboyoan ini:



Dari kiri atas: Jancok kuping ta centelan!
Kiri bawah: Ndasmu penceng
Ga pateken!

Saya pergi bersama 2 orang sahabat saya waktu itu. Tujuannya tak lain tak bukan hanya ingin masuk ke Art & Wax House yang ada di dalam pasar malam ini, salah satu wahana di pasar malam gitu deh. Mereka berdua ini sudah pernah di pasar malam ini, sampai bosan katanya hihi cuman belum pernah masuk di museum tujuan kami. Mereka bosan, saya penasaran. Oh iya, harga tiket hari biasa untuk pintu masuk pasar malam ini 20.000 rupiah, untuk museumnya 25.000 rupiah. Semoga tidak terbalik, soalnya ingatan ini sudah mulai melupakan itu semua. Jadi totalnya 45.000 rupiah, sebelum kami ingin naik wahana yang mirip London's Eye di London yang besar itu, yang dalam sekali putaran membutuhkan waktu 30 menit. Saya lupa namanya kalau di bahasa Indonesiakan hehe. Pokoknya dalam bahasa sehari-hari saya sih ini namanya 'dermulen'. Disebut kincir angin? Mungkin bisa. Untuk naik wahana ini harus membayar 10.000 rupiah, sekali putaran, hanya beberapa menit yang sebentar, dan menurut saya terbayar dengan pemandangan kota Surabaya setelah sampai puncak.



Gemerlap lampu SCNM dari ketinggian

Benar juga, teman kuliah saya yang notabene anak kost kelihatan tidak bahagia saat menceritakan pengalamannya berkunjung di pasar malam ini. Mahal, kata dia.

Yang mengesankan, pada bagian belakang pasar malam ini, dekat rumah hantunya, lebih mirip taman dan kesan pasar malam lenyap seketika tergantikan kesan Taman Hiburan Remaja Surabaya, dan membuat saya bernostalgia.

Kembali ke Art & Wax House.



Papan petunjuk arah

Menyenangkan berkunjung ke museum ini, banyak spot menarik untuk berfoto dan tertawa bersama. Bagaimana tidak, berfoto di sini harus mengorbankan harga diri demi sebuah kreativitas hahaha. Mulai dari tiduran, telentang, jungkir walik, ekspresi aneh, sampai yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Untung saja, saat kami berkunjung, sedang sepi. Serasa museum milik kami bertiga. Rasa malu kami bertiga pun hanya disaksikan oleh yang bisa melihat keadaan di sana saja. 


Pertama masuk museum, kami langsung disuguhi lukisan tiga dimensi anak tangga di tembok. Sayangnya, kami gagal mendapat foto yang terlihat 'nyata'. Kemudian ada semacam patung kakek yang terperangkap dalam tong. Kalian bisa 'say hi' dengan kakeknya loh! hahaha. Yah di dekatnya banyak berjejer bingkai lukisan (lagi). Kemudian masuk semakin ke dalam, ada lukisan ular 3D, lalu kursi 'ajaib' di atas awan yang semula, sebelum saya tahu langsung, saya kira orang-orang dalam foto itu mengedit foto mereka. Ternyata sangat sederhana. Kalian tinggal duduk, lalu seakan melayang. Ternyata ini semua ada di sini. Saya kira dulu mereka foto di studio foto juga, sih. Kemudian ada lukisan panda dan ular yang sangat besar di tembok. Teman saya langsung bersemangat sama panda nya. Hitung-hitung dia mengenang masa lalu lah wkwk. Kemudian lukisan ular. Cuma lukisan ular, apalah, saya tidak takut sama sekali malah saya ajak selfie.. Masih lebih menakutkan ular yang ada di film barbie putri duyung. Tapi kasihan juga yang ofidiofobia.. 


Masuk lagi semakin ke dalam lebih dalam.. Saya menemukan 'para perenang', gorilla, gajah, toilet berdiri, jurang, dan lain-lain. Ke dalam lagi, saya sempat merasakan sensasi diselamatkan dari ketinggian, Venice, tinju, dan suasana (sedikit) Hollywood. Ada bintang MU lengkap sama kostumnya kalau saya salah atau lupa hahaha. Saya juga bertemu patung-patung lilin mulai dari Chaplin, Einstein, Bruce Lee, Mr. Beans, Zombie(?), dan lain-lain.


Patung lilinnya memang tidak seberapa banyak, sih, tapi okelah.
Saat semua spot yang menarik dirasa sudah terambil dalam foto, kami sudah menemukan pintu keluar museumnya saja. Kok sedikit sih? Itu yang kami bertiga keluhkan, karena tidak sesuai dengan ekspektasi haha, hingga akhirnya mencoba lagi kembali untuk mencari spot menarik kembali dan menemukan pengunjung museum mulai berdatangan. Hingga bosan. Lalu keluar dan teman-teman mengajak saya yang belum pernah ke carnival ini untuk melihat-lihat. Mereka sudah bosan haha. Mereka berjalan menemani saja, aku yang melihat-lihat dan mendengarkan pengalaman mereka sebelumnya yang pernah kesini bak pemandu carnival ini hehe.

Sudah puas berlajan-jalannya, berhubung semakin malam, kami yang berencana untuk ke mie akhirat jika waktunya memungkinkan, langsung pulang ke rumah masing-masing.

Art and Wax House




Ampun makk jangan cubit aku

Gimme more please!

Einstein


Catatan penulis: Informasi ini sudah lama. Sudah lama saya nggak kesana. Setahu saya ada perubahan harga dan lain-lainnya. Link update SCNM

Jumat, 16 Januari 2015

Northern Sky

Menulis sambil mendengarkan musik di hari hujan. Hm menyegarkan. Kenapa hujan selalu bermakna dalam bagi sebagian orang-orang? Apalagi hujan itu bukan hujan deras, hujan ringan. Bagiku hujan yang seperti itu adalah berkah, juga indah. Suaranya, gemericik air yang jatuh ke tanah, sangat indah, seperti mengembalikan setiap kenangan. Kenangan yang indah tentunya, karena aku menganggap hujannya indah. Aku mendengarkan lagu dari penyanyi-penyanyi terkenal dari Britania Raya. Lagunya menyentuh, kata-kata dari setiap liriknya terangkai indah, dan ada sebagian lagu-lagu tersebut bermakna sangat dalam bagiku.

Salah satunya lagunya Nick Drake, berjudul Northern Sky. Sebelumnya aku tidak pernah peduli apa itu Northern Sky (aku berasumsi bahwa sama-sama Northern-nya lah hehe), Northern Lights, aku ingin mengartikan keduanya Langit utara dan Cahaya utara, yang belakangan aku ketahui itu adalah Aurora Borealis. Aku mengetahui tentang aurora itu, namun sebatas pengetahuan bahwa Aurora hanyalah cahaya berwarna-warni di malam hari yang ada di langit Kutub Utara. Aku tidak pernah berpikir untuk kesana karena mendengar kata ‘Kutub Utara’ aku membayangkan akan menjadi beku dan sendirian bersama beruang-beruang dan penguin-penguin kutub untuk melihat Aurora itu. Aku membaca dari sebuah blog seseorang bahwa dia pernah melihat Aurora yang dia impikan, bersama teman yang membuatnya jadi lebih spesial. Dari ceritanya tersebut, aku terinspirasi sesuatu. Aku ingin kesana juga, melihat Aurora itu. Apalagi setelah mendengar lagu Northern Sky, makin kuat rasa penasaran itu. Ternyata ada Aurora Australis, yang berada di Kutub Selatan dan bisa dilihat di dataran Australia. Namun, menurut beberapa sumber, Aurora di Kutub Selatan cahayanya kurang kuat. Memang orang-orang lebih menyukai Northern Lights sepertinya, daripada Southern Lights, seperti menancap dalam impian orang-orang, apalagi pecinta travelling dan fotografer. Dan menikmati Aurora memang harus diperhitungkan matang-matang, karena Aurora tidak akan muncul disaat langit mendung, dan tergantung musim dan bulan juga, begitu sih. Ada suatu cerita seseorang yang kurang beruntung ingin melihat Aurora di Tromso, suatu daerah di Norwegia, melihat Aurora disaat cuaca tidak mendukung dan di bulan yang tidak tepat, apalagi tidak punya banyak waktu karena keterbatasan biaya juga. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari pengalaman tersebut dari yang mempunyai pengalaman, bahwa kalau mau melihat Aurora, salah satunya, harus tau bulan bulan terbaik Aurora muncul dengan jelas.

Ada banyak tempat untuk bisa menikmati Aurora Borealis, salah empatnya adalah Rusia, Alaska, Islandia, dan Norwegia. Dan menurut beberapa sumber, Tromso, Norwegia adalah tempat terbaik untuk melihat Aurora tersebut, karena berada di tengah-tengah cahaya tersebut muncul. Selama pencarian gambar-gambar di internet, aku melihat kebanyakan Aurora berwarna hijau, dan ada yang hijau bercampur merah muda, mungkin itu saat matahari terbit karena latar belakang Aurora tersebut tidak gelap, atau sesuatu yang lain, aku tidak tahu. Yang jelas lagu Northern Sky telah membawaku lebih jauh untuk membuat tempat dimana Aurora Borealis ini bisa dilihat menjadi salah satu tempat impianku.


Sumber: National geographic website


Now playing: Nick Drake - Northern Sky
16/01/15

Sabtu, 06 Desember 2014

The Queen

Elsa sedang berada di dalam ruangan pelayan saat itu, tiba-tiba ada seorang pemuda dengan seragam prajuritnya yang menarik tangannya keras. Menunjukkan perilaku raja yang sedang duduk berdua bersama dengan salah seorang pelayan. Elsa yang melihat itu hanya diam saja. Dia tidak mau kalau prajurit itu tau kalau dia memang benar-benar jatuh hati pada raja. Dia hanya seorang putri dari sebuah kerajaan yang dijodohkan dengan seorang pangeran yang sekarang menjadi raja. Elsa tahu kalau raja tidak pernah benar-benar mencintai Elsa. Pernikahan mereka benar-benar dipaksakan.
"Sudah beberapa kali aku melihat raja seperti itu, bahkan dengan seorang gadis pemandu wisata, tuan putri."
"Aku tidak peduli. Aku tidak pernah peduli dengan raja, aku pikir semua orang tahu kalau raja tidak pernah mencintaiku dan peduli padaku, yang mereka tahu, akulah yang memaksa kedua orang tuaku agar dijodohkan dengan raja,"  Namun Elsa teringat saat raja melindunginya di sebuah hutan. Dia juga teringat saat raja menggenggam tangannya saat di pertemuan kerajaan. Elsa tahu kalau sang raja adalah sosok yang selalu dipuja banyak wanita, dan raja pun adalah seseorang yang terlalu rendah hati, Seperti seorang artis yang mempunyai banyak fans dan menghargai fansnya yang kebanyakan para wanita. Namun seharusnya para wanita itu sadar diri kalau raja sudah mempunyai istri. Mereka hanya mengira kalau perjodohan itu hanyalah sebuah paksaan dan tidak tahu kalau ratu mereka benar-benar jatuh cinta pada raja. 
"Aku tidak tahu apa yang ada di pikiran raja, dia selalu berbaik hati pada wanita-wanita itu dan memberi harapan pada wanita-wanita itu." 
Pemuda tersebut hanya menatap sang ratu dengan tatapan sedih, meskipun sang ratu menutupi perasaannya, tersirat wajah kecemburuan pada sang ratu. Pemuda itu terluka melihat wanita yang dicintainya bersedih karena orang lain, dia hanya ingin tahu reaksi yang sebenarnya dari sang ratu. Ternyata sang ratu benar-benar mencintai raja. 
"Satu hal, kamu adalah satu-satunya orang di kerajaan ini yang tahu kalau aku tidak peduli pada raja, dan kenapa kamu selalu peduli padaku, sedangkan orang-orang tidak ada yang pernah peduli padaku."
"Maaf, tuan putri"
"Kenapa minta maaf? seharusnya aku yang berterima kasih."
"Ya, tuan putri."
Raja muda itu adalah raja Fritz, dia adalah raja yang tampan dan rendah hati, menurut kebanyakan wanita yang hatinya telah dibuat meleleh oleh sang raja.

"Hey, beautiful boy, bagaimana hari-harimu di istana? apakah kamu hanya berdiri mematung di gerbang dengan seragam prajurit besimu itu?"
"Tidak seperti itu."
"Lalu apa? ayolah, ambisimu untuk masuk istana sudah tercapai kan? hmm menurutku belum, bukankah kau ingin menjadi perdana menteri istana? atau kau ingin menjadi raja? sang ratu adalah orang yang cantik, aku akan merasa beruntung memilikinya, sekaligus menyesal karena kekonyolannya"
"Hey, berhenti menyebut sang ratu adalah orang yang konyol."
Mengapa tidak? menjadi raja lalu memiliki sang ratu. Aku tidak tahan melihat sang ratu terus bersedih. Sungguh impian yang tidak mungkin.
Akhirnya, Peter, pemuda tersebut mempunyai rencana agar bisa membuat raja turun takhta. Dia berusaha keras agar bisa menjadi seorang perdana menteri. Dia belajar, belajar, dan mempelajari peraturan-peraturan kerajaan. Dia akan menjadi seorang perdana menteri yang berpengaruh. Akhirnya datanglah saat-saat tersebut, setelah melalui masa-masa sulit, dimana dia harus bersabar terhadap cemoohan, akhirnya dia berhasil mencapai posisi tersebut. Sang ratu pun memberi selamat.
"Mungkin kau bisa menjadi perdana menteri atas kebaikanmu padaku." ratu berkata dengan ceria kepada Peter.
"Aku melakukan ini demi tuan putri."
"Apa? apa maksudmu?"
"Tidak, tuan putri, aku hanya termotivasi agar tuan putri tidak malu karena berteman dengan seorang prajurit. Akan lebih baik kalau aku menjadi perdana menteri."
"Hmm sebenarnya aku tidak malu, hanya kau saja yang berpikiran seperti itu."
Peter tersenyum atas kepolosan sang ratu.

Akhirnya pada suatu hari
"Apa yang kau lakukan? aku raja, aku yang berhak mengatur semuanya!" suara keras Fritz hampir mengagetkan semua yang ada di dalam ruangan.
"Tapi tuan, kami tidak bisa melawan kehendak rakyat yang sudah terlalu membenci tuan."
"Kenapa? aku memang tidak pernah membuat keputusan itu. Itulah kenyataannya. Apakah kebaikanku dibalas dengan perbuatan seperti ini."
"Kami sudah mengingatkan tuan untuk menjaga diri."

Tenyata, dulu ayah Elsa sudah tidak sanggup lagi menahan sakit yang sudah dideritanya bertahun-tahun, dan tidak mau Elsa hidup sendiri tanpa seseorang yang melindungi Elsa. Akhirnya, sang raja memohon kepada teman terbaiknya, sang raja di kerajaan Gyonia agar menikahkan anaknya dengan putri satu-satunya. Dia tidak peduli lagi siapapun yang akan memimpin kerajaannya. Akhirnya rakyat hanya mengira bahwa pangeran Fritz saat itu hanya terpaksa untuk menikahi putri Elsa dan marah kepada Elsa karena pangeran tampan nan rendah hati  mereka harus menikahi seorang putri yang memaksa.

Peter berkata pada Elsa "Kalau tuan putri tidak bahagia bersama raja, aku bisa membuat tuan putri bahagia,"
"Aku tidak mau, meskipun aku tidak peduli, aku tetap mau di samping raja," Elsa menangis.
“Tapi aku mencintai tuan putri, apakah tuan putri tidak menyadarinya?”
“Aku sudah merasakan itu, namun aku tidak bisa mencintaimu, Peter. Aku tidak mau mengalami nasib sama seperti aku mencintai raja.”
“Tapi aku sudah mengatakannya pada tuan putri sekarang. Tidak bisakah aku mendapatkan cinta itu?”
“Maafkan aku, terima kasih atas pengorbananmu. Tapi sebagai istri aku tetap harus berada di samping raja bagaimanapun keadaannya, walaupun harus menderita. Asalkan aku tetap bersamanya.”
Elsa pun meninggalkan Peter dengan kesedihannya.

“Elsa, jika aku sudah tidak menjadi raja, apakah kau tetap akan bersamaku?”
“Tentu, Fritz.”
“Kenapa kau tetap mau berada di sampingku? Bukankah kau terpaksa saat menikah denganku?”
“Aku tidak pernah menyesal karena menikah denganmu, aku pikir kau yang terpaksa menikah denganku, karena takut teman-teman wanitamu menjauhimu.”
“Aku menyesal telah berteman dengan mereka. Mereka menceritakan keadaan-keadaanmu yang membuatku malu jika di dekatmu dan mereka sekarang menjauhiku karena aku bukan anggota keluarga istana lagi. Aku pikir mereka adalah teman terbaikku karena kami bersahabat sejak kecil.”
“Sudah kuduga, aku adalah wanita konyol dan tidak pandai. Tapi tenanglah, selama ini aku sudah berusaha agar tidak terlihat konyol dan lebih pintar.”
Fritz tersenyum. “Jadi, ayo kita pergi dari kerajaan ini. Kita bisa hidup bahagia di rumah sederhana dan kau bebas melakukan hal sekonyol apapun karena sudah tidak ada yang akan memperhatikan kita.”
“Sebentar, aku ingin pamit kepada seseorang yang peduli padaku selama ini, dia temanku.” Elsa berlari meninggalkan Fritz.

Elsa menemui Peter di taman istana. Peter merasakan sesuatu yang salah pada pertemuan mereka kali ini.
“Peter, terima kasih untuk selama ini. Aku yakin kamu bisa menemukan wanita lain, karena posisimu saat ini. Sekarang aku berterima kasih kepadamu, karena usahamu, aku akan pergi jauh bersama Fritz, aku sangat mencintainya dan kami akan hidup di sebuah tempat yang jauh dari orang-orang di kerajaan ini.”
Elsa melanjutkan, “Aku akan selalu mencari kabarmu dan jika kau sudah menemukan cintamu selain aku, aku akan mengirim surat padamu dan mengunjungimu bersama Fritz. Selamat tinggal.”


Tanpa menunggu jawaban Peter, Elsa berlari lagi dan menghilang saat itu juga bersama Fritz. Peter tidak akan berusaha mengejar, karena orang yang dicintainya sudah bahagia. Tidak ada alasan lagi baginya. Dalam kesendirian, Peter menangis, tidak tahu apakah harus bersedih karena kehilangan orang yang dicintainya, atau bahagia karena Elsa telah bahagia bersama Fritz.

silly story: a bit inspired by K-Drama 'Princess Hours'